Jelang Race MotoGP Jerman 2017 di sirkuit Sachsenring

Motorbloginfo.wordpress.com – Apakabar Readers MBI semua. Hanya berselang seminggu setelah Race ke-8 MotoGP Assen di Belanda 25 Juni 2017 kemarin maka akhir pekan ini akan diselenggarakan lomba yang bertajuk “GoPro Motorrad Grand Prix Deutschland” di sirkuit Sachsenring yang baru saja selesai pengaspalan ulang (Resurfacing Asphalt) beberapa waktu yang lalu. Read More »

Advertisements

MBI Turut Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1438 H

Motorbloginfo.wordpress.com – Satu bulan lamanya kita sebagai umat muslim menahan nafsu lapar, haus, amarah, dan segalanya yang bisa membatalkan ibadah puasa serta tidak lupa melaksanakan ibadah sunnah shalat Tarawih, kini tiba saatnya kita sambut hari kemenangan dengan suka cita namun tetap sederhana karena kenyataannya ditengah lingkungan kita masih banyak yang hidup serba kekurangan.

Telah dua bulan Motor Blog Info hadir menemani para Reader dengan artikel-artikel tentang dunia otomotif roda dua. Tentunya banyak kekurangan di sana sini atau ada kritik yang bikin perusahaan sepeda motor tersinggung dengan isi artikel tersebut. Oleh karena itu tepat kiranya pada hari ini sebagai hari untuk saling memaafkan.

السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kami Sekeluarga  mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI 1438 H. Mohon maaf lahir dan batin.

TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM, BARAKALLAHU FIKUM !

Wendy dan keluarga

وسلام عليكم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Salam dari kota kecil. See you in the next article.

Baca juga artikel-artikel lainnya :

Follow and visit via :

Sejarah Perkembangan Honda CB di Indonesia (bagian kedua)

Motorbloginfo.wordpress.com Apakabar Readers MBI semua. Mas Wendy kembali akan membahas artikel yang sesuai dengan judul di atas. Kalau ada salah satu Readers yang belum membaca artikel bagian pertama monggo klik disini. Dalam sejarahnya PT. Federal Motor tidak hanya merakit generasi Honda CB100 mulai dari K1, K2, K3, K5, dan CB100N tapi juga merakit Honda CB125 (silinder tunggal), Honda CB175, dan CB200. Berikut akan mas Wendy breakdown satu persatu.

6. Honda CB125 (1971 – 1984)

Setelah meluncurkan Honda CB100, tahun 1971 PT. Federal Motor merilis Honda CB125 dengan penampilan yang sama dengan CB100, tapi kapasitas mesin lebih besar. Khusus untuk Indonesia PT. federal Motor hanya merakit type yang bermesin silinder tunggal dengan alasan harga yang lebih terjangkau dan perawatan yang lebih mudah. Tidak mengherankan pada dekade 70-an Honda CB125 menjadi favorit biker di Indonesia karena power mesin yang termasuk tangguh, mudah dalam melahap tanjakan, tapi soal konsumsi bensin hampir sama iritnya dengan CB100.

Spesifikasi (maaf mas Wendy hanya menemukan untuk yang silinder ganda) :

Model/Type Honda CB125S
Year 1976
Engine Four Stroke, Twin Cylinder, OHC, 2 valves per cylinder
Capacity 124 cc / 7.6 cu-in
Bore x Stroke 56.5 x 49 mm
Cooling System Air Cooled
Compression Ratio 9.4 : 1
Induction 22 mm Keihin Carburetors, manual choke
Ignition Battery Pints
Starting Kick
Max. Power 17 hp / 12.4 kw @11500rpm
Max Torque NA
Clutch Multi-disc, wet
Transmission 5 speed
Final Drive Chain
Front Suspension Oil-damped Telescopic Forks
Rear Suspension Swinging Arm
Front Brakes Drum
Rear Brakes Drum
Front Tyre 2.75 – 18
Rear Tyre 3.00 – 18
Dry-Weight 114 kg / 252 lbs
Fuel Capacity 9 Litres / 2.3 US gal

Baca lebih lanjut disini…

Atau bisa klik halaman lain berikut ini :

Page 2 – Honda CB175 (1971)

Page 3 – Honda CB200 (1972 – 1974)

Page 4 – Honda CB150R StreetFire K15A (2013 – 2015)

Page 5 – Honda CB150R StreetFire K15G (2015 – now)

Daur Ulang Produk Lawas

Motorbloginfo.wordpress.com – Apakabar Readers MBI semua. Kali ini Motor Blog Info akan membahas artikel tentang suatu motor yang sebenarnya sudah disuntik mati (discontinue) oleh perusahaannya sendiri tapi karena dipandang masih mempunyai value dan bisa menambah market share akhirnya dirilis kembali (Reborn) dengan strategy warna baru serta penawaran harga yang jauh lebih terjangkau dibanding rival-rivalnya sekelasnya.
Read More »

Mulai Tahun Depan Thailand Jadi Salah Satu Tuan Rumah MotoGP

Motorbloginfo.wordpress.com – Apakabar Readers MBI semua. Ada kabar gembira nih, salah satu negara tetangga kita di wilayah Asia Tenggara yakni Thailand akan menggelar salah satu seri MotoGP mulai tahun 2018 – 2021. Menurut informasi tidak hanya Thailand tapi juga Kazahkstan dan Finlandia. Dari 18 Grand Prix yang ada sekarang ini akan bertambah menjadi total 20 Grand Prix. Berarti ada salah satu seri yang terpaksa akan dihilangkan karena akan ada ketambahan 3 sirkuit baru. Kira-kira sirkuit mana yang akan jadi korban?

Belum ada penjelasan resmi dari FIM maupun Dorna Sports perihal masalah tersebut. Yang sudah pasti ada 3 sirkuit baru dan penambahan jumlah Grand Prix. Mungkinkah salah satu dari 4 Grand Prix di negara Spanyol (Jerez, Catalunya, Aragon, dan Valencia) ataukah GP Qatar yang saat ini negara tersebut sedang terjadi krisis diplomatik dengan negara-negara tetangganya? Kita tunggu saja informasi resminya.

Tentang Thailand terpilih jadi salah satu tuan rumah MotoGP 2018, dilaporkan Bangkok Post, Otoritas Olahraga Thailand (SAT) telah mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Dorna Sports (pemegang hak komersial dan televisi MotoGP) untuk menggelar balapan selama tiga tahun alias sampai 2021.

Kesepakatan itu terjalin dalam sebuah pertemuan antara pimpinan SAT Sakol Wannapong dan pejabat eksekutif Dorna Sport pada akhir pekan lalu di Italia. Rencananya, MotoGP Thailand akan dijadwalkan pada 5-7 Oktober di Chang International Circuit Buriram. Seri tersebut diselenggarakan sebelum balapan di Jepang, Australia, dan Malaysia. Dorna Sports akan segera mengirim surat konfirmasi kepada SAT.

Sementara itu, wacana Indonesia menggelar MotoGP 2018 masih belum jelas. Yang terakhir, venue balapan akan mengambil tempat di Palembang, Sumatra Selatan.

Pendapat Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Maverick Vinales tentang sirkuit Internasional Buriram, Thailand yang akan jadi Host baru MotoGP 2018

Rencana hadirnya balapan MotoGP di Thailand tak disambut gembira oleh Valentino Rossi. Ada beberapa alasan yang membuat Rossi tak senang dengan MotoGP di Thailand.

rossi-jerez

Masuknya Thailand ke dalam kalender MotoGP membuat jumlah seri dalam semusim bertambah. Inilah alasan pertama yang membuat Rossi tak senang.

“Saya pikir 18 sudah menjadi angka yang bagus. Jika jumlahnya bertambah dari 18 menjadi 19, itu memang tidak akan mengubah dunia. Tapi, jika memungkinkan jumlahnya tetap 18, saya lebih senang,” ujar Rossi menjelang seri MotoGP Catalunya pada akhir pekan ini.

Rossi mengaku pernah mengunjungi Chang International Circuit dan dia sama sekali tak terkesan dengan desain sirkuit tersebut. Yang membuat Rossi makin tak senang adalah lokasi sirkuit, yang berjarak sekitar 400 kilometer dari Bangkok. Butuh waktu sekitar lima jam untuk mencapai Buriram jika menempuh perjalanan darat dari Bangkok.

“Saya berada di Thailand untuk event Yamaha dua tahun lalu dan sirkuitnya tidak menarik. Sirkuitnya sangat membosankan, tak punya banyak tikungan, cuma trek-trek lurus. Saya pikir itu bukanlah tempat terbaik untuk dituju,” ujar Rossi.

“Juga lokasi treknya cukup buruk. Jauh dari segalanya. Jadi, saya tak terlalu senang pergi ke Thailand, terutama ke sirkuit itu. Namun, jika kita harus ke sana, kita akan ke sana,” katanya seperti dikutip Crash.net.

Sementara itu, Marquez memberikan tanggapan yang lebih positif. Pebalap Repsol Honda itu mengaku tertantang untuk menjajal sirkuit-sirkuit baru.

“Seperti kata Valentino, 18 balapan sudah banyak. Maksimal, saya tak tahu rencana di masa depan, tapi maksimal 20 balapan akan menjadi batasan untuk para pebalap,” ujar Marquez seperti dikutip Crash.net.

“Tapi, oke, Thailand adalah trek baru, saya suka trek-trek baru. Ketika kami menuju trek-trek baru, saya selalu merasa senang. Jadi kenapa tidak? Saya menyukainya,” katanya.

Vinales lebih menyoroti persoalan kondisi fisik para pebalap jika jumlah balapan dalam semusim bertambah. Akan tetapi, rekan setim Rossi di Movistar Yamaha itu senang-senang saja jika harus membalap di Thailand.

IMG_20170509_191333

“Akan selalu sulit. Ketika balapan lebih banyak, akan jadi lebih sulit karena Anda harus mempertahankan kondisi 100% di sepanjang tahun. Itu benar-benar sulit. Ketika Anda punya kondisi fisik yang bagus, enam, tujuh seri, Anda mulai menurun. Tapi, setiap orang akan menurun, Anda tak bisa terus di level puncak sepanjang tahun,” ujar Vinales.

“Ini akan membuatnya jadi makin sulit, tapi juga bagus untuk pertunjukan, lebih menarik. Kita lihat saja. Saya tak tahu. Saya suka pergi ke tempat-tempat baru, trek-trek baru yang bisa kami nikmati,” imbuhnya. “Thailand, tempatnya cukup menyenangkan, jadi akan cukup menyenangkan pergi ke sana,” kata Vinales.

Last but not least…, terpilihnya Thailand sebagai salah satu tuan rumah MotoGP 2018 tentunya patut kita apresiasi karena masih dalam satu wilayah dengan Indonesia yakni Asia Tenggara. Meski begitu asa bangsa ini ingin mengikuti jejak negara Thailand wajib segera kita wujudkan karena apa? Karena negara ini memiliki animo dunia Racing yang sangat besar dan berpotensi menambah devisa negara terutama di sektor pariwisata.

Sudi para Reader untuk mampir dan bersilaturahmi via :

 

 

Ternyata New Vixion Advance Masih Dijual

Motorbloginfo.wordpress.com – Apakabar Readers MBI semua. Semoga sehat selalu. Kali ini kembali Motor Blog Info akan sajikan artikel yang ringan saja. Iseng-iseng browsing situs resmi Yamaha Motor Indonesia ternyata salah satu produk unggulan Yamaha di segmen Naked Sport Bike yakni Yamaha New Vixion Advance (NVA) masih dipajang harga resminya. Ini menandakan PT. YIMM menjualnya secara berdampingan bersama kedua produk terbarunya (All New Vixion dan All New Vixion R).Read More »

Sejarah Perkembangan Honda CB di Indonesia (bagian pertama)

Motorbloginfo.wordpress.com Apakabar Readers MBI semua. Segala sesuatu terwujud pasti ada yang mengawalinya dan tidak langsung menjadi sempurna. Biasanya dimulai dengan kemunculan sesuatu yang masih sederhana dan masih banyak memiliki kekurangan. Nah, sesuai dengan judul di atas maka mas Wendy akan bahas satu persatu dimulai dari generasi pertama sampai generasi terkini yang pernah dan sedang hadir di tanah air. Karena pembahasannya sangat panjang maka mas Wendy bagi menjadi dua bagian. Untuk kali ini bagian yang pertama dulu.

Sepeda motor CB100 pertama kali diimpor oleh PT. Federal Motor (sebelum berganti nama menjadi PT. Astra Honda Motor) pada tahun 1971 dengan kode Honda K1. PT. Federal Motor sendiri baru berdiri pada 11 Juni 1971. Kehadiran Honda CB100 K1 ini meneruskan perjalanan para pendahulunya seperti Honda S90Z dengan tampilan yang lebih baik, tenaga yang lebih mumpuni serta posisi berkendara yang pastinya juga lebih nyaman. Itulah beberapa alasan mengapa Honda CB Pertama di Nusantara ini bisa memiliki beberapa varian tersendiri walau hanya bermodalkan mesin berkapasitas 100cc.

Honda S90Z adalah sepeda motor yang pertama kali diproduksi oleh PT. Federal Motor dengan model bertype bisnis bermesin 4 langkah dengan kapasitas isi silinder 90 cc. Memproduksi disini sebenarnya hanya merakit karena pada saat itu PT. Federal Motor masih mengimpor seluruh komponen motor dari Jepang dalam bentuk CKD (Completely Knock Down). Pasti Readers mulai berpikir motor Honda jaman dulu kualitasnya jauh lebih bagus daripada sekarang. Tepat sekali. Tapi ya itu harganya muahal banget dan hanya orang-orang tertentu yang bisa beli.

Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT. Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya :

  1. PT. Honda Federal (1974) memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot, dsb.
  2. PT. Showa Manufacturing Indonesia (1979) khusus memproduksi peredam kejut.
  3. PT. Honda Astra Engine Manufacturing (1984) memproduksi mesin sepeda motor.
  4. PT. Federal Izumi Manufacturing (1990) khusus memproduksi piston.

Ada banyak type CB yang dikeluarkan Honda tetapi tidak semua type tersedia di tiap negara. Di Indonesia jenis CB yang diproduksi adalah Honda CB100, CB125, CB175, dan CB200. Tiga type terakhir tersedia pula dalam silinder ganda, namun di Indonesia CB100 dan CB125 mesin silinder tunggal lebih disukai karena harganya yang murah, perawatannya mudah dan fleksibel untuk dimodifikasi. Honda CB100 K1 masuk ke Indonesia tahun 1971, sedangkan Honda CB100 K2 masuk ke Indonesia tahun 1972. Dalam kurun waktu 1 dekade (1971 – 1981) jumlah total penjualan Honda CB di tanah air mencapai 600 ribu unit (rata-rata 5 ribu unit per bulan). Hmm… berarti kira-kira sama dengan penjualan buyutnya CB100 yaitu Honda CB150R SF.

Dalam kurun waktu 11 tahun, mulai dari tahun 1971 sampai tahun 1982 Honda CB100 ini memiliki 5 varian yang sudah tersebar di bumi pertiwi ini. Varian tersebut diantaranya adalah : Baca lebih lanjut disini…

Atau anda bisa baca halaman lain berikut ini :

Page 2 = Honda CB100 K1 (1971)

Page 3 = Honda CB100 K2 / CB Gelatik (1972-1975)

Page 4 = Honda CB100 K3 (1976-1981)

Page 5 = Honda CB100 K5 (1981-1985)

Page 6 = Honda CB100N (1982)