Motorbloginfo.wordpress.com – Apakabar Readers MBI semua. Kita sejenak akan bernostalgia dengan salah satu sepeda motor legenda produksi PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia / YMKI (sebelum berubah menjadi PT. YIMM). Kira-kira satu setengah tahun yang lalu MBI menemukan sepeda motor ini sedang terparkir rapi di depan rumah nenek. Pertama melihat langsung berniat mengabadikannya dengan ponsel berkamera karena penampilan fisik sepeda motor ini masih dalam kondisi mulus seperti gadis masih perawan (busyeet dah…pikirannya jangan bikin ngeres donk). Tapi sayangnya ponsel pintar (smartphone) MBI ternyata ketinggalan. Yang ada hanya ponsel sederhana berbasis Java. Untung saja biarpun ponsel tersebut jadul tapi memiliki kamera beresolusi 5 megapixel tanpa lampu flash. But it’s okay, cuaca siang itu sangat panas sehingga tanpa lampu flash pun MBI yakin ponsel jadul ini mampu menangkap gambar dengan lumayan bagus. Tanpa pikir panjang langsung MBI abadikan dari berbagai sisi. Hasil photo dari ponsel jadul ini baru MBI buka saat pulang ke rumah.

Kenapa harus nunggu sampai pulang? Karena kalau lihat dari ponsel tersebut kurang bagus, jadi harus MBI copy paste ke computer laptop dulu. Setelah selesai dipindah ternyata hasil photonya lumayan bagus dan jelas. Ini berkat bantuan sinar matahari yang sangat terang dan membantu dari segi pencahayaan karena ponsel jadul tersebut nggak available lampu flash. Okay, sesuai dengan judul artikel ini sepeda motor tersebut adalah sang legenda Yamaha RX-King. Sepeda motor ini mempunyai ciri-ciri menggunakan lampu dan speedometer bulat. Entah buatan tahun berapa, MBI belum tahu. Setelah ditelusuri via internet ternyata Yamaha RX-King ini adalah edisi terakhir sebelum akhirnya di discontinue pada tahun 2008 silam. Sepeda motor yang dulu pernah dapat julukan motor jambret ini telah memenuhi standar emisi Euro sehingga berakibat asap dari knalpotnya jauh berkurang serta tenaganya lebih kecil dari edisi sebelumnya. Bila ada Readers MBI yang belum tahu sejarah tentang lahirnya Yamaha RX-King monggo disimak kisahnya berikut ini. Tapi singkat saja ya… biar nggak bosen.

Sejarah Yamaha RX-King secara singkat

Sepeda motor Yamaha RX-King telah ada sejak tahun 1983 dan dihentikan pada tahun 2008. Jadi selama 25 tahun lamanya berkiprah dalam dunia permotoran di tanah air dan nyaris tanpa perubahan body yang berarti. Mungkin diantara kalian ada yang belum lahir pada tahun kemunculan sepeda motor tersebut.

Okay MBI lanjutkan kisahnya. RX-King ini merupakan penerus dari generasi Yamaha RX-K 135 yang masuk ke Indonesia secara CBU tahun 1980. Mungkin Yamaha RX-K 135 ini dianggap kurang laku, jadi nggak heran umur RX-K ini pendek karena mulai masuk Indonesia pada 1980 dan selesai produksi tahun 1983 yang digantikan oleh RX-King.
Yamaha RX-king ini tidak serta merta langsung hadir di Indonesia, tetapi melalui proses survey dan riset mulai dari Sumatera, Jawa dan beberapa daerah lainnya. Dari riset yang dilakukan oleh tiga orang Yamaha Jepang, yaitu Motoaki Hyodo, Chikao Kimata, dan Nobuo Aoshima, diperoleh hasil bahwa mayoritas masyrakat Indonesia menginginkan motor sport yang gagah, irit, dan mempunyai kecepatan kekuatan mesin yang luar biasa. Dan akhirnya terciptalah Yamaha RX King 135 ini yang khusus dibuat Yamaha untuk pasar Indonesia.

Yamaha RX-King pertama kali hadir di Indonesia tahun 1983, merupakan penyempurnaan dari Yamaha RX-K 135, dengan penambahan YEIS (Yamaha Energy Induction System) yang membuat RX King lebih irit bahan bakar sekitar 15 persen dari RX-K meskipun cc-nya sama. Selain itu diterapkannya Yamaha Computerized Lubrication System membuat RX King semakin bertenaga hingga 5000 RPM.

Jika ditelusuri dari sejarahnya RX-King ini dibagi dalam 3 generasi berdasarkan tahun produksi yaitu :

  1. Generasi pertama (1983 – 1991)

Generasi awal Yamaha RX King atau yang biasa disebut King Cobra, disebut Cobra karena stangnya model seperti leher ular kobra yang saat itu lagi ngetrend. Model kobra ini diproduksi antara tahun 1983-1991, dengan dengan kode blok mesin Y1 dan Y2 dan mesinnya diimport langsung utuh dari Jepang, tetapi untuk body, rangka, dan lain-lain dirakit dan dibuat di Indonesia.

  1. Generasi kedua (1992 – 2001)

Untuk generasi kedua biasa disebut King Master, dengan kode blok mesin Y1-74, konon Y1-74 ini adalah produksi Yamaha Pulogadung Jakarta. Model ini diproduksi antara tahun 1992 sampai 2001. Nah masih tetap model King Master yang sama, hanya saja mulai tahun sekitar 1997 footsep belakang mulai dipindah posisinya tidak lagi nempel di swing arm. Jadi ada dudukan khusus yang terpisah dari swing arm (lengan ayun).

  1. Generasi ketiga (2002 – 2008)

Sedangkan generasi ketiga mulai 2002 disebut dengan New King, king generasi terakhir ini sudah memenuhi standar Euro jadi tidak mempunyai asap sebanyak pendahulunya karena knalpot dilengkapi catalic converter. Selain itu desain bodi motor semakin modern dengan lampu bulat layak motor pendahulunya Yamaha RX-100 namun lebih modern modelnya mirip vixion lama, dihentikan produksinya pada 2008.

Yamaha RX-King konon katanya punya kelemahan pada mesinnya yang gampang panas, bisa sih dibuat touring (tenaga dan speednya juga cukup kok) tapi harus sering berhenti, bukan ridernya yang disuruh ngaso, tapi motornya harus istirahat, biar mesin nggak overheat (kepanasan), karena kalau overheat kan bisa macet tuh pistonnya. Kayaknya memang hampir semua mesin 2-tak Yamaha di Indonesia begitu ya…

Nah untuk RX-King New ini ada cerita unik, banyak orang awam menyebut ini RX-King 4-tak jika ketemu di jalan, ya karena asapnya hampir nggak kelihatan dari knalpotnya. Bahkan ada dulu orang yang nggak percaya kalau ada RX-King yang dilengkapi knalpot catalic untuk menekan emisi gas buang agar ramah lingkungan, mungkin karena penjualan RX-King New memang kurang laku, jadi populasinya jarang. Memang sih untuk RX-King New terjadi penurunan akselerasi dan power karena knalpotnya banyak sekat-sekatnya, jadi kurang diminati, apalagi dulu awal 2000-an terdengar issue kalo motor 2-tak dilarang beredar di kota-kota besar.
Bagi yang belum tahu spesifikasi dari Yamaha RX-King monggo disimak datanya berikut ini :

Spesifikasi Yamaha RX-King

Mesin

Tipe Mesin : 2 Langkah, Air Cooled
Diameter x Langkah : 58,0 x 50,0 mm
Volume Silinder : 132 cc
Perbandingan Kompresi : 6,9 : 1
Daya Maksimum : 18,5 PS/9.000 RPM
Torsi Maksimum : 1.54 KGF.M/8.000 RPM
Kopling : Manual, Basah, Multiplat
Susunan Silinder : Satu/Miring
Gigi Transmisi : 5 Kecepatan
Pola Pengoperasian Gigi : 1-N-2-3-4-5
Karburator : VM 26 x 1 Mikuni
Kapasitas Oli Samping : 1 Liter
Baterai : GM 3-3B/12,3
Busi : BP 8HS-10
Sistem Starter : Kick
Sistem Pengapian : CDI
Sistem Pelumas : Autolube

Dimensi

Dimensi ( PxLxT ) : 1970 x 735 x 1065 mm
Jarak Sumbu Roda : 1245 mm
Jarak Terendah ke Tanah : 160 mm
Jarak Tempat Duduk : 770 mm
Berat Kosong : 100 kg
Kapasitas Tangki : 9,5 Liter

Rangka

Tipe Rangka : Double Cradle
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Swing Arm
Ukuran Ban Depan : 2.75-18-4 PR
Ukuran Ban Belakang : 3.00-18-4 PR
Rem Depan : Cakram Double Piston
Rem Belakang : Tromol

Gallery Photo Yamaha RX-King

Dibawah ini adalah hasil photography amatir dengan obyeknya yaitu Yamaha RX-King.

Last but not least.., kejayaan Yamaha RX-King akhirnya harus disudahi pada tahun 2008 silam karena kurang diminati oleh para biker. Kurangnya tenaga dibandingkan dengan generasi sebelumnya karena harus memenuhi regulai emisi Euro sehingga penjualan pun makin menurun tajam. Belum lagi kehadiran Yamaha Vixion sangat disukai para biker sejati penggemar pabrik garpu tala turut berpengaruh langsung terhadap penjualan Yamaha RX-King. Yamaha Vixion yang lahir pada tahun 2007 hingga kini bisa dianggap sebagai penerus kejayaan dari sang legenda sepeda motor 2 tak Yamaha RX-King.

Note : Pembaca yang bijak tentunya diharapkan dapat meninggalkan jejak berupa komentar dan saran yang positif. Jangan lupa ya… dan terima kasih telah membaca artikel ini.

Salam dari kota kecil. See you in the next article.

Baca juga artikel-artikel lainnya :

Sudi para Reader untuk mampir dan bersilaturahmi via :

Advertisements