Gallery Photo Honda C70 dan Sekilas tentang Sejarahnya

Motorbloginfo.wordpress.com – Apakabar Readers MBI semua. Setelah artikel nostalgia sepeda motor legenda dari pabrik Garpu Tala, maka MBI lanjutkan ke salah satu legenda sepeda motor dari si Sayap Mengepak. Sepeda motor ini adalah mbahnya motor-motor bebek Honda yang sekarang marak beredar. Motor yang diyakini merupakan perpaduan antara moped dan skuter tersebut sanggup menyedot perhatian banyak orang. Bahkan hingga Desember tahun lalu penjualannya sudah tembus 100 juta unit di seluruh dunia. Luar biasa…awesomeamazingincredibleetc Yap, sepeda motor tersebut adalah Honda C70 atau motor si Pitung sebutan orang jaman dulu. Sepeda motor ini masih satu family dengan Honda C50, C100, Astrea 800, Astrea Star, Astrea Prima, dan Astrea Grand, sehingga sepeda motor-sepeda motor tadi disebut dengan Honda Super Cub. Pasti diantara kalian belum banyak yang tahu bagaimana sejarahnya sampai muncul sebuah sepeda motor yang membuat pabrik Honda meraih keuntungan financial sangat besar. Mau tahu ceritanya? Let’s check it out…

Jadi ceritanya di tahun 1956, Presiden Honda yang namanya Soichiro Honda beserta Managing Director nya, Takeo Fujisawa pelesir ke Eropa buat meneliti motor apa yang bakal mereka produksi nantinya. Saat mereka mendarat, mereka langsung melihat banyak sekali moped berseliweran dan ternyata telah diproduksi di berbagai penjuru Eropa. Nah, mereka menemukan banyak perbedaan di setiap negara Eropa yang mereka kunjungi. Berdasarkan data yang mereka dapat di Eropa, mulai akhir 1956 sampai 1957 mereka berdua langsung memulai proyek barunya. Konsepnya sih harus unik, Jepang banget dan keren. Soichiro pun tercetus ide menciptakan motor bebek dengan tenaga lebih rendah yang dianggapnya cocok dengan kondisi jalanan Jepang saat itu. Selain itu, Pendiri dan Presiden Honda pun ingin jika motor bebek tersebut memiliki mesin empat langkah (four stroke).

Honda Super Cub C100

Pada 1957, Honda mulai mengembangkan sebuah sepeda motor bermesin empat tak dengan kapasitas 50 cc berteknologi OHV yang menjadi generasi pertama Super Cub. Adapun sepeda motor ini diberi nama C100 dan mulai diproduksi massal setahun setelahnya. Super Cub C100 memiliki daya sebesar 4,5 HP dengan putaran mesin hingga 9.500 rpm. Berikut foto Honda Super Cub C100:

Honda Super Cub C100 MY 1958

Proses produksi pun dimulai. Fujisawa mematok target penjualan hingga 30 ribu unit per bulan termasuk melakukan ekspor. Padahal saat itu total motor yang terjual setiap bulan mencapai 40 ribu unit. Namun lantaran sesuai dengan konsep pintar, menyenangkan, murah dan bisa dipakai oleh siapa saja, membuat motor ini mampu laku 24 ribu unit hanya dalam waktu 5 bulan setelah dirilis. Sementara di tahun keduanya terjual 167 ribu unit dan laris 560 ribu unit di tahun ketiga.

Booming Honda Super Cub di Negara Paman Sam terjadi pada medio 62 sebanyak 40 ribu unit setelah hanya laku seribu unit di tahun 1961. Lepas kampanye Nicest People lewat iklan “You Meet the Nicest People on a Honda” serta “The Nicest Things Happen on a Honda”, penjualan motor dimaksud meroket hingga 200 ribu unit di tahun 1963. Saat dijual di AS, namanya berubah menjadi Honda 50, Honda Passport C70 dan C90.

Tahun 1961 Honda Super Cub Masuk Indonesia

Generasi Super Cub masuk pertama kali ke Indonesia pada 1961 melalui C100 dan C 102 yang memiliki model jok lebih panjang. Kedua model ini disebut sebagai Honda Unyil dan terus dipasarkan hingga 1965.
Honda kemudian mulai memasarkan generasi kedua Super Cub pada periode 1966 hingga 1973. Perubahan yang mencolok dari generasi pertama yaitu posisi headlamp yang telah berada di setang yang sebelumnya menyatu pada bagian leher. Dalam rentang waktu tersebut, pabrikan berlogo sayap mengepak ini merilis beberapa model antara lain C50, C70, serta C90. Berikut foto Honda super Cub C50:

Honda C50

Di antara ketiga model tersebut, yang paling populer di Indonesia yaitu C70 dan C50. Untuk C70, sepeda motor bebek ini didukung mesin 70 cc bertenaga 6 HP. Berikut foto Honda super Cub C70:

Honda C70 (1973 – 1980)

Honda generasi ketiga Super Cub pada 1973 dengan menyegarkan model-model yang ada. Tampilan pun berubah dari generasi kedua antara lain model jok yang dibuat menyatu serta perubahan bentuk pada tangki. Generasi ketiga ini terus diproduksi hingga 1980.

Bagi yang belum tahu spesifikasi dari Honda C70 monggo disimak datanya berikut ini :

 Spesifikasi Honda C70
 Mesin
Model Honda C70
Tahun Produksi 1980-1986
Engine OHC, 4 Tak
Kapasitas Engine 71,8 cc
Bore x Stroke 47 x 41,4 mm
Rasio Kompresi 8,8 : 1
Sistem Pendingin Udara
Maximum Power 4,5 kW (6 bhp) @ 9000 rpm
Maximum Torque 0,53 kg.m @ 7000 rpm
Sistem Pengapian 1980-1981 : Flywheel magneto / Platina
1982-1986 : CDI
Baterry / Accu 1980-1981 : 6 V, 11 Ah
1982-1986 : 12 V
Busi NGK C7HS / ND U22FS
Transmisi 3-Speed ( N-1-2-3)
Kopling Wet, Multiplate, Semi-auto centrifugal type
Starter Electric & Kick
Dimensi
Panjang 1805 mm
Lebar 685 mm
Tinggi 995 mm
Jarak Sumbu Roda 1180 mm
Tinggi Jok 760 mm
Jarak ke Tanah 130 mm
Kapasitas Oli Engine 0,8 liter
Kapasitas Tangki BBM 4 liter
Berat kosong 83,5 kg
Suspensi
Depan Leading link, travel 2,2 inch (55 mm)
Belakang Swing arm, Double Shockbreaker
Ban
Depan 2,25 – 17 – 4PR
Belakang 2,50 – 17 – 6PR
Rem
Depan Tromol
Belakang Tromol

Gallery Photo Honda C70

Dibawah ini adalah hasil photography amatir dengan obyeknya yaitu Honda C70.

Read more another post :


Last but not least.., generasi ketiga dari Honda Super Cub ini yaitu Honda C70 akhirnya di discontinue pada tahun 1980 dan dilanjutkan oleh generasi keempat yaitu Honda Astrea 700. Tahun 1983 digantikan oleh Honda Astrea 800. Lalu diteruskan oleh Honda Astrea Star pada tahun 1986. Tahun 1988 dilanjutkan oleh Honda Astrea Prima. Lalu dilanjutkan oleh Honda Astrea Grand pada tahun 1991. Dan generasi Astrea terakhir yaitu Honda Astrea Supra lahir pada tahun 1997.

Note :

  • Apapun pilihan anda semua tergantung pada kebutuhan dan kemampuan financial masing-masing individu.
  • Pembaca yang bijak tentunya diharapkan dapat meninggalkan jejak berupa komentar dan saran yang positif. Namun dengan catatan alamat email harus yang asli. Jangan lupa ya… dan terima kasih telah membaca artikel ini.

Salam dari kota kecil. See you in the next article.

Written and edited by Dwi Wendy

 

Related articles with Sejarah Motor :

Related articles with Yamaha :

Related articles with Honda :

Related articles with Suzuki :

Related articles with Kawasaki :

Related articles with Data AISI :

Related articles with News and Info :

Related articles with Serba-serbi :

Sudi para Reader untuk mampir dan bersilaturahmi via :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s