Benarkah saat Race MotoGP 2017 di sirkuit Brno akhir pekan kemarin, Marc Marquez sedang mempermainkan rival-rivalnya?

Motorbloginfo.wordpress.com – Apakabar Readers MBI semua. Artikel ini dibuat bukan untuk mendukung Marc Marquez atau menjelek-jelekkan kemampuan pembalap-pembalap MotoGP lainnya. Semua pembalap yang tampil di kompetisi seketat MotoGP adalah manusia hebat termasuk yang masih berlaga di Moto2 dan Moto3. Artikel ini dibuat hanya untuk melihat sisi lain dari kemenangan Marc Marquez di sirkuit Brno via strategy flag to flag.

Marc Marquez #93 sedang mendengarkan saran dari Santi Hernandez

Benar apa yang dikatakan oleh Cal Crutchlow (LCR Honda Rider) saat diwawancarai oleh Crash.net, sepekan setelah Race MotoGP di sirkuit Sachsenring Jerman bulan lalu, bahwa Marc Marquez adalah pembalap terbaik MotoGP 2017 sehingga dia yakin Marquez lah yang akan menjadi juara dunia musim ini. Marc sebenarnya hanya bermain-main agar memberikan tontonan menarik untuk Motogp. Kalau mau sejak awal…menurutnya Marc bisa langsung memimpin poin.

Cal Crutchlow #35 saat konfrensi pers

Berikut jawaban Cal Crutchlow kepada Crash.net : “Dia adalah pembalap terbaik MotoGP tahun ini. Pembalap yang memimpin klasemen sekarang bakal menjadi juara dunia 2017. Selama ini Marc hanya bermain-main dengan mereka dan Marc menyukainya. Dia menikmati kondisi tersebut. Pemuda ini adalah pembalap terkuat dan terbaik di kejuaraan. Aku yakin dialah yang akan menjadi juara dunia Motogp 2017, tidak di ragukan”

Apa yang dikatakan oleh Cal Crutchlow bahwa Marc Marquez sedang bermain-main ada benarnya. Ketika jalannya lomba MotoGP pekan kemarin pada awal lap ke-2, dimana Marc Marquez terlihat memperlambat dan mudah sekali untuk diovertake oleh pembalap-pembalap lain. Bahkan kurang dari satu putaran dia langsung drop dari posisi ke-2 menjadi urutan ke-10 pada jelang akhir lap ke-2. Setelah itu dia langsung melakukan pitstop untuk melakukan penggantian motor dan ban (swap bike). Terbukti walaupun sempat berada di urutan no. 2 dari bawah pada akhirnya satu persatu pembalap-pembalap didepannya masuk pitlane dan dia dengan santainya memimpin race mulai lap ke-5 dengan keunggulan sekitar 20 detik di depan pembalap yang berada di posisi ke-2. And finally no one can’t stop him to take advantage becoming the winner. It was a brilian strategy.

Carl Crutchlow mengamini teori bahwa Marc Marquez sengaja bermain-main dan melambat di awal MotoGP Republik Ceko. Strategi itu terbukti brilian karena Marc kemudian jadi juara. Dia menyebut kalau apa yang terjadi di Brno merupakan bagian dari strategi besar Marquez bersama timnya.

“Kita sudah lihat satu orang ini, yang genius dan lebih cerdik dibanding yang lain, dia membiarkan pebalap lain mendahuluinya. Dia membiarkan saya melewatinya dan mengangguk ke arah saya supaya saya melewatinya. Lalu saya dengan sengaja melebar di tikungan selanjutnya dan dia tidak juga menyalip saya. Jadi saya tahu persis apa yang dia lakukan,” ucap Crutchlow dikutip dari Crash. “Dia lebih cerdik dibanding yang lainnya dan dia membiarkan semua orang berada di depan sehingga tidak ada yang melihat dia masuk pit. Dia kemudian memenangi balapan,” lanjut Crutchlow.

Valentino Rossi #46

Valentino Rossi sehari setelah balapan di Sikuit Brno juga melontarkan komentar mengenai hal tersebut. The Doctor mencium kecurigaan kalau Marquez ‘mempermainkan’ pesaing-pesaingnya saat dia dengan sengaja melambat di awal race. “Jika melihat lagi pada balapan itu, terlihat kalau Marquez sangat lambat di awal, tapi saya tidak tahu apakah dia sengaja melakukannya. Saya tidak akan terkejut jika dia melakukan itu (melambat) dengan sengaja jika melihat betapa cerdiknya dia sejauh ini.”

Ada beberapa teori soal strategi Marc Marquez di Brno. Salah satunya adalah dia sengaja memilih ban yang salah supaya bisa masuk pit lebih cepat sehingga terhindar dari keramaian di pit jika masuk berbarengan dengan pebalap lain. Marquez melakukan itu juga supaya strateginya tidak diikuti rider lain.

Marc Marquez dikenal sangat lihai pada balapan flag to flag, dengan dia kini berhasil memenangi balapan dengan tipe seperti itu. Dan ini adalah kemenangan ke-5 lewat strategy flag to flag dari enam kesempatan sejak musim kompetisi MotoGP 2014. Marc Marquez dan pit crew nya sangat fokus mempersiapkan strategy tersebut dikarenakan mereka pernah mengalami hukuman black flag saat Race di sirkuit Philip Island, Australia 2013 dimana memang balapan saat itu berlangsung dalam kondisi flag to flag. Keenam Race yang berlangsung secara flag to flag sejak tahun 2014 adalah :

  1. Assen, Belanda tahun 2014, Marc Marquez menang.
  2. Aragon, Spanyol tahun 2014, Marc Marquez kalah karena hanya finish di urutan ke-13.
  3. Misano, San Marino 2015, Marc Marquez menang.
  4. Termas de Rio Hondo, Argentina 2016, Marc Marquez menang.
  5. Sachsenring, Jerman 2016, Marc Marquez menang.
  6. Brno, Rep. Ceko 2017, Marc Marquez menang.

Ada catatan menarik lainnya, tapi ini menurut pengamatan MBI, entah benar atau tidak. Pada saat Race di sirkuit Aragon Motorland, Spanyol tahun 2016, sebenarnya pria yang satu ini juga sedang mempermainkan lawan-lawannya. Tiba-tiba saat dia sudah di posisi terdepan pada salah satu tikungan ke kanan, motor yang dikendarainya malah terlalu melebar. Sehingga hal ini langsung dimanfaatkan oleh empat pembalap di belakangnya. Otomatis dia langsung turun ke posisi ke-5. Tapi berkat kelihaiannya, satu persatu lawan di depannya langsung dibabat habis dengan mudahnya dan akhirnya Marc Marquez yang pertama melintasi garis finish.

Kemenangan tersebut adalah kemenangan krusial yang wajib dia raih karena dua pekan kemudian saat race di sirkuit Motegi, Jepang, Marc Marquez kembali menang sekaligus meraih juara dunia MotoGP untuk ketiga kalinya dalam karirnya.

Last but not least…, untuk race akhir pekan ini di sirkuit Red Bull Ring Austria, MBI rasa akan sulit buat Marc Marquez untuk meraih kemenangan karena sirkuit ini didominasi oleh track lurus yang panjang sehingga akselerasi dan top speed sangat dibutuhkan untuk memenangi lomba. Padahal motor Honda RC213V punya kelemahan di dua hal tersebut. Tahun lalu race tersebut dimenangi oleh duo Ducati Team yaitu Andrea Iannone (winner) dan Andrea Dovizioso (2nd winner). Sedangkan Marc Marquez hanya sanggup finish di posisi ke-5 tepat di belakang Valentino Rossi.

– News and Data Information from Crash.net

Note : Pembaca yang bijak tentunya diharapkan dapat meninggalkan jejak berupa komentar dan saran yang positif. Jangan lupa ya… dan terima kasih telah membaca artikel ini.

Salam dari kota kecil. See you in the next article.

Related articles with MotoGP :

August 2017

July 2017

June 2017

May 2017

Sudi para Reader untuk mampir dan bersilaturahmi via :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s