Jelang seri ke-11 MotoGP Austria 2017 di sirkuit Red Bull Ring

Motorbloginfo.wordpress.com – Apakabar Readers MBI semua. Bersua kembali di artikel MotoGP. Setelah akhir pekan kemarin kita disuguhkan lomba balap motor MotoGP di sirkuit Brno Rep. Ceko yang berlangsung secara flag to flag, maka besok hari minggu 13 Agustus 2017 kemungkinan kita akan menyaksikan sebuah balapan yang kurang menarik bila dibandingkan lomba akhir pekan kemarin. Kenapa? karena karakter sirkuitnya lebih mengutamakan motor yang memiliki speed and power serta didominasi oleh kombinasi track lurus dan tikungan-tikungan tajam. Disini Ducati Team punya peluang memenangkan kembali seperti tahun lalu.

Berikut ini informasi terakhir jelang bergulirnya MotoGP Austria di sirkuit Red Bull, yang dirangkum dari Detiksport.

Statistik MotoGP Austria

MotoGP 2017 akan memasuki seri balapan ke-11 pada akhir pekan, dalam gelaran MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring. Ini akan menjadi musim kedua beruntun Red Bull Ring menghajat balapan grand prix di Austria semenjak seri itu dibangkitkan lagi musim lalu. Sebelumnya sirkuit tersebut juga mementaskan balapan pada 1996 dan 1997.

Bird view of Red Bull Ring circuit for Austrian GP

Hal itu turut membuat Sirkuit Red Bull Ring menjadi satu-satunya sirkuit dalam kalender saat ini, yang podiumnya belum pernah dipijak Valentino Rossi pada kelas primer — ia pernah melakukannya pada kelas 125cc. Rossi sejauh ini sudah finis di atas podium kelas primer dalam 26 sirkuit berbeda. Tahun lalu Rossi finis keempat dalam balapan di sirkuit tersebut.

Berikut statistik MotoGP Austria seperti dirangkum MotoGP.com :

1.Tahun lalu Austria kembali menggelar ajang balap motor grand prix setelah kali terakhir melakukannya pada 1997.

2. Grand prix Austria pertama dilangsungkan pada 1971 di sirkuit the Salzburgring, yang menggelar balapan pada 22 kesempatan.

3. Di grand prix Austria pertama pada 1971, Giacomo Agostini (MV Agusta) memenangi balapan 500cc, finis dengan berada satu putaran di depan Keith Turner yang finis kedua. Agostini juga memenangi balapan 350cc, dengan kelas lain dimenagi oleh rider-rider ini secara berurutan: 250cc – Silvio Grassetti (MZ), 125cc – Angel Nieto (Derbi), 50cc – Jan de Vries (Kreidler).

4. Kali terakhir balapan grand prix dihelat di sirkuit Salzburgring adalah pada 1994, ketika Mick Doohan memenangi balapan 500cc dengan kecepatan rata-rata 194 km per jam.

5. Karakter laju sangat cepat di Salzburgring, dan kurangnya run-off, membuat sirkuit itu akhirnya dianggap terlalu berbahaya untuk lanjut digunakan.

6. Sirkuit saat ini, Red Bull Ring, sudah dua kali menggelar balapan grand prix sebelim tahun lalu, yakni pada 1996 dan 1997, dengan nama A1-Ring. Sebelum tahun lalu, Valentino Rossi menjadi satu-satunya rider yang pernah tampil di sirkuit itu.

7. Finis ketiga Rossi dalam balapan 125cc di Austria pada 1996 merupakan podium pertamanya di ajang grand prix. Ia naik podium lagi pada balapan 125cc di Austria tahun 1997, kali ini finis kedua dengan selisi waktu 0,004 di belakang Noboru Ueda.

8. Tahun lalu di Austria, Andrea Iannone untuk kali pertama meraih kemenangan semenjak tampil di kelas MotoGP pada 2013. Itu juga membuat Ducati akhirnya bisa menang lagi semenjak kali terakhir melakukannya lewat aksi Casey Stoner di Australia pada 2010.

9. MotoGP Austria tahun lalu turut memberi Ducati finis satu-dua dalam balapan MotoGP semenjak MotoGP Australia pada 2007, lewat Casey Stoner dan Loris Capirossi.

10. Balapan di Austria tahun lalu kembali menghadirkan dua rider Italia yang mengendarai motor-motor pabrikan negaranya dalam merebut dua posisi teratas balapan kelas primer, semenjak grand prix Finlandia di Imatra pada 1972 ketika Giacomo Agostini dan Alberto Pagani finis satu-dua di atas motor MV Agusta.

11. Rata-rata kecepatan dalam balapan MotoGP di Austria tahun lalu adalah 182,4 km per jam. Itu menjadi kecepatan tertinggi setelah Mick Doohan melaju dengan kecepatan 203,8 km per jam di Hockenheim pada 1994.

Marquez Memburu Rekor Podium Max Biaggi

Marc Marquez #93 – Spain – Repsol Honda Team

Ada hal yang bisa menjadi motivasi tambahan bagi Marc Marquez saat menjalani balapan di Austria. Marquez berpeluang menyamai rekor podium Max Biaggi.

Keberhasilan rider Honda itu menjuarai balapan Republik Ceko menambah koleksi podiumnya menjadi 57 di kelas primer. Rinciannya, sebanyak 32 kemenangan diraih Marquez, 17 finis kedua, dan delapan finis ketiga.

Kini, Marquez hanya berjarak satu podium dari Biaggi. Mantan pebalap asal Italia itu mengemas 58 podium selama tujuh tahun berkarier di MotoGP. Akan tetapi, Marquez lebih superior karena Biaggi hanya membukukan 13 kemenangan, 26 finis kedua, dan 19 kali finis ketiga. Demikian diwartakan GPOne.

Pebalap Yamaha sekaligus rival berat Marquez, Valentino Rossi, masih tercatat sebagai pemegang podium terbanyak dengan torehan 189 (89 kemenangan, 57 finis kedua, 43 finis ketiga). Dani Pedrosa di belakangnya dengan 109 podium, diikuti Jorge Lorenzo (108 podium). Untuk menyamai Biaggi, Marquez menghadapi tantangan besar. Pasalnya, Sirkuit Red Bull Ring tidak ramah bagi Honda usai kembali menggelar balap MotoGP pada 2016.

Ketika itu, Marquez hanya finis kelima dari posisi start kelima. Podium dikuasai Ducati yang menempatkan Andrea Iannone sebagai juara dan Andrea Dovizioso sebagai runner-up. Sedangkan Lorenzo di tempat ketiga.

Tekad Vinales Naik Podium Lagi

Maverick Vinales #25 – Spain – Movistar Yamaha MotoGP Team

Rider Movistar Yamaha Maverick Vinales bertekad kembali naik podium, seiring dengan berlanjutnya seri balapan MotoGP 2017 di Red Bull Ring pada akhir pekan. Vinales mengawali paruh kedua musim dengan finis ketiga dalam balapan di Brno akhir pekan lalu. Hasil itu sekaligus menyudahi rentetan tiga balapan tanpa podium buatnya. Sehari usai balapan, dalam tes resmi di Brno, Vinales menempati posisi ketiga lagi.

Hasil dalam balapan dan tes di Brno tersebut kini bakal menjadi modal buat Vinales dalam menghadapi MotoGP Austria yang dihelat di Red Bull Ring, salah satu sirkuit yang dengan karakter cepat.

“Setelah kembali naik podium akhir pekan lalu kami jadi lebih percaya diri dan saya merasa cukup oke untuk menjalani seri berikutnya,” ujar Vinales seperti dilansir GPOne.com. “Pada hari Senin di Brno, kami menjajal banyak hal, seperti memoles akselerasi yang akan sangat penting buat balapan di Austria. Kami sudah membuat sejumlah peningkatan dalam tes, dan saya merasa gembira dan siap untuk balapan mendatang.”

“Kami tahu harus naik podium di balapan berikutnya untuk bisa terus terlibat dalam persaingan gelar juara dunia dan untuk itu kami harus terus menjaga perasaan yang ada saat ini demi mengejar kemenangan,” tuturnya.

Vinales, yang sejauh ini menempati posisi dua di bawah Marc Marquez (Repsol Honda) dengan selisih 14 angka, menyudahi balapan di Austria tahun lalu dengan berada di posisi keenam.

Lorenzo: Di Atas Kertas Motor Kami Cocok dengan Sirkuit di Austria

Jorge Lorenzo #99 – Spain – Ducati Team

Jorge Lorenzo menyebut motor Ducati di atas kertas cocok dengan Sirkuit Red Bull Ring, terkait keberhasilan timnya finis satu-dua di MotoGP Austria musim lalu. Dengan karakter sirkuit Red Bull Ring yang cepat, Ducati berhasil menempatkan dua ridernya di dua podium teratas pada balapan musim lalu; Andrea Dovizioso di posisi kedua dan Andrea Iannone, yang kini di Suzuki, jadi pemenang.

Saat itu Lorenzo, yang masih bernaung di bawah panji tim pabrikan Yamaha, melengkapi podium dengan berada pada posisi ketiga. Ia terpaut sekitar 3 detik dari Iannone. Saat ini Lorenzo sudah berkiprah untuk Ducati dengan Dovizioso menjadi rekan satu timnya. Menjelang MotoGP Austria pada akhir pekan, ia pun memiliki optimisme tersendiri untuk bisa meraih hasil terbaik setelah sebelum ini cuma sekali finis tiga besar.

“Di atas kertas motor kami cocok sekali dengan sirkuit di Spielberg,” ujar Lorenzo di MotoGP.com. “Ini akan menjadi kali pertama saya ada di lintasan Austria dengan menggunakan Desmosedici, dan penting buat saya untuk kembali merasakan sensasi di Brno dan memperlihatkan bahwa saya kompetitif sedari sesi latihan pertama,” tuturnya.

Juara dunia tiga kali kelas primer tersebut saat ini menempati posisi 10 papan klasemen sementara dengan 66 poin. Pencapaian terbaiknya adalah finis ketiga di Jerez yang menjadi seri keempat musim 2017.

Last but not least…, masih ada 8 lomba lagi termasuk Race MotoGP besok minggu ini. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Yang berada diatas bisa kehilangan point, yang berada di posisi bawah bisa mengambil keuntungan dari hal tersebut.

Note : Pembaca yang bijak tentunya diharapkan dapat meninggalkan jejak berupa komentar dan saran yang positif. Jangan lupa ya… dan terima kasih telah membaca artikel ini.

Salam dari kota kecil. See you in the next article.

Related articles with MotoGP :

August 2017

July 2017

June 2017

May 2017

Sudi para Reader untuk mampir dan bersilaturahmi via :

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s